Sunday, October 2, 2011

Gemuruh Antusiasme Bazar dalam Lima Puluh tahun UK Petra

Perjalanan Universitas Kristen Petra tidak terhenti begitu saja, tepat tanggal 22 September 2011 kemarin Universitas Kristen Petra genap berusia 50tahun. Dalam rangka menyambut 50tahun, kampus Petra menyelanggarakan beberapa event menarik sejak tanggal 20 September 2011.
 Acara pertama yang dihelat adalah bazaar, bazaar yang dimulai pukul 12 siang ini diselenggarakan halaman parkir depan patung petra, bazaar ini diselenggarakan oleh BEM dan LPPM. Terlihat perbedaan yang sangat signifikan sebelum bazaar diselenggarakan, parkiran depan patung petra sangat lenggang namun kali ini sangat dipenuhi oleh pengunjung bazaar, bazaar yang diselenggarakan ditujukan untuk masyarakat luas, namun kebanyakan pengunjung merupakan warga Siwalankerto dan daerah sekitarnya.
Untuk masuk ke bazaar tersebut, pengunjung harus membayar tiket seharga Rp.1000 dimana didalam tiket tersebut berisi nomor yang nantinya akan diundi untuk doorprize. Doorprize yang disediakan bermacam-macam mulai dari notes+pulpen, tas, kaos, termos listrik, payung hingga kipas angin.
Selain itu pengunjung juga bisa mendapatkan sembako dengan harga sangat murah dengan membeli kupon berwarna merah seharga Rp.10.000 untuk ditukarkan dengan 1liter minyak goreng dan 2bungkus mi ayam telor. Stan-stan yang ada dalam bazaar pun beranekaragam, mulai dari yang menjual baju batik, assesoris batik, buku, makanan,cemilan dan juga dua buah stan yang sangat padat dan menjadi incaran para warga sekitar adalah stan baju bekas.
Stan baju bekas ini merupakan kerja sama dari anggota BEM dan LPPM, untuk stan BEM baju yang dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp.5000/3buah, Rp.10.000/buah dan paling mahal Rp.15.000.buah. “kami menyelenggarakan bazar pakaian bekas ini dengan satu harapan, bahwa hal kecil yang kami lakukan bisa berdampak besar dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Hasil dari penjualan pakaian bekas ini akan kami sumbangkan kepada pihak yang kurang mampu” ujar Selvyana Wijaya selaku ketua BEM 2011 jurusan Akutansi 2008 ini
Tersedianya barang dengan harga yang sangat murah membuat bazaar ini sangat diminati oleh warga mengingat bahwa bazaar lain tidak pernah menjual barang dengan harga sangat murah, ditambah lagi adanya pengundian doorprize dan hasil dari penjualan baju bekas akan disumbangkan kepada pihak yang kurang mampu.
Kehadiran bazaar ini sangat disambut antusias oleh warga sekitar, ini terlihat saat salah satu pengunjung ditanyai darimana mendapat informasi adanya bazaar dan bagaimana perasaan mereka dengan adanya bazaar ini, “saya mengetahui soal bazaar ini ya lewat brosur-brosur yang disebarkan sama pihak Petra, akhirnya saya kasih tau tetangga-tetangga saya dan kesini ramai-ramai. Saya senang sekali Petra mengadakan bazaar seperti ini, barangnya murah-murah, jadi lumayan untuk menghemat pengeluaran” ungkap Nurul sembari tertawa kecil selaku pengunjung.
Semoga di usia yang ke lima puluh tahun ini, UK Petra bisa menjadi terang didunia pendidikan dan masyarakat luas, juga mampu mewujudkan Visi dan Misi Universitas Kristen Petra. Selamat Ulang Tahun Kampus ku tercinta.



Friday, September 23, 2011

Gemuruh Antusiasme Bazar dalam Lima Puluh tahun UK Petra

Kepadatan Pengunjung Bazar
Lima puluh tahun lalu tepatnya tanggal 22 September 1961 telah lahir sebuah Universitas Kristen Petra yang turut  mengemban dunia pendidikan di Surabaya, selain berpartisipasi dalam memajukan bidang akademik, Universitas Kristen Petra juga turut membina iman Kristiani bagi mahasiswa dan mahasiswinya. Sebuah perjalanan yang cukup panjang dan patut dirayakan sebagai mana mestinya, Universitas Kristen Petra menyelenggarakan berbagai event menarik tidak hanya dikhususkan bagi pihak intern namun juga masyarakat luas. Berbagai agenda acara telah dipampang disudut-sudut kampus mulai dari papan pengumuman, pintu-pintu biro hingga jurusan. Kemarin, tepatnya tanggal 20 September 2011 Petra menyelenggarakan Petra Golden Jubilee, sebuah pemandangan yang tidak biasa, tempat parkiran depan patung Petra yang biasanya lenggang dan hanya terisi dengan mobil kini terlihat sangat padat, ternyata Petra menyelenggarakan Bazar. Bazar ini diperuntukkan bagi masyarakat luar, namun kebanyakan pengunjung merupakan warga sekitar Siwalankerto sendiri, dalam bazaar ini diselenggarakan obral sembako berupa 1 liter minyak dan 2 bungkus mie ayam telor dengan menukar kupon berwarna merah seharga sepuluh ribu rupiah kepada panitia. Pencetus dari agenda bazaar ini adalah BEM dan LPPM, hingar bingar musik dan suara MC pun terdengar sangat jelas selama bazar tersebut, warga pun rela berdesak-desakan demi membeli baju obralan yang disediakan petra, stan-stan lain pun dipadati oleh warga yang mengantri, mulai dari stan yang menjual makanan khas, buku-buku, hingga stan yang menjual baju batik. Selain stan-stan bazaar yang memang dikhususkan untuk menarik perhatian warga, ternyata di bazaar ini juga menyediakan doorprize bagi para pengunjungnya. Kupon doorprize adalah kupon yang berwarna kuning, cukup dengan membayar Rp.1000, kupon sudah bisa kita miliki, didalam kupon tersebut tertulis nomor undian doorprize. Jadi para warga diberi waktu untuk berbelanja setelah itu pengundian doorprize pun dimulai, doorprize yang diberikan pun bervariasi mulai dari notes+pulpen, kaos, pemanas air minum, tas UKP, payung hingga kipas angin.
Bu Titien N.Wahana beserta anaknya sebagai owner Tra Thara
Sebuah stan batik sangat ramai dipenuhi warga, nama stan itu adalah Tra Thara, selain nama  yang unik, ternyata baju batik yang dijual bukan sembarang baju batik. Tra Thara yang baru terbentuk kurang lebih selama satu minggu ini bekerja sama dengan Srikandi, Srikandi sendiri merupakan kelompok ibu-ibu PKK daerah Siwalankerto, kelompok Srikandi merupakan kelompok pembuat kaos oblong batik, secara keseluruhan Tra Thara mampu menghasilkan kurang lebih delapan baju dalam sehari. Batik yang dijual merupakan batik dari Bali padahal batik identik berasal dari Jawa. Baju batik tersebut merupakan olahan dari kain perca yang disambung-sambungkan, baju batik dengan konsep Nirmana itu pun dijual dengan harga Rp.150.000 untuk kaos oblong dengan diskon 50% sedangkan untuk kemeja dijual dengan harga  Rp.250.000 dengan diskon 40%. Nirmana adalah sesuatu yang berkomposisi tidak berbentuk atau abstrak, design baju-baju batik yang dijual tersebut merupakan olahan pikiran asli dari Astarariyanti, anak dari Ibu Titien N.Wahana, dosen dari jurusan arsitek. “saya selalu melihat bahwa kain perca dianggap sebagai kain sisa, yang biasanya dipakai untuk membuat selimut, dan saya ingin menunjukkan sebuah perubahan bahwa kain perca bisa dimanfaatkan lebih, tidak hanya menjadi selimut tapi juga bisa menjadi baju,apalagi perca batik kan sangat jarang, sehingga ide inilah yang saya gunakan dalam membuat baju batik dari kain perca” ungkap ibu Titien, dosen sekaligus pencetus ide Petra Parade tahun lalu ini.
Warga yang mengantri di stan baju bekas
Panitia BEM yang mengurus baju bekas
Hasil kerajinan tangan UKM Dekor

P
Salah satu pengunjung bazar
Stan yang tidak kalah ramainya dipadati oleh warga adalah stan yang menjual pakaian-pakaian bekas, ada dua buah stan yang menjual pakaian bekas, satu dari pihak BEM dan satunya lagi dari pihak LPPM. Pakaian bekas yang dijual dari pihak BEM dijual dengan harga yang beragam, mulai dari Rp.5000/3 buah, Rp.10.000/buah dan Rp.15.000/buah. Pakaian bekas tersebut diperoleh dari hasil sumbangan mahasiswa Petra sendiri dengan kondisi layak pakai. “kami menyelenggarakan bazar pakaian bekas ini dengan satu harapan, bahwa hal kecil yang kami lakukan bisa berdampak besardan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Hasil dari penjualan pakaian bekas ini akan kami sumbangkan kepada pihak yang kurang mampu” ujar Selvyana Wijaya selaku ketua BEM 2011 jurusan Akutansi 2008 ini. Sebuah stan yang menjual bunga warna warni dan unik yang terbuat dari sedotan plastic sudah dirancang manis dengan potnya ternyata merupakan hasil karya dari tangan anak-anak UKM Dekor yang turut meramaikan Bazar ini, satu buah dijual dengan harga Rp.2000 saja. Dua buah stan disebelah kanan terlihat cukup lenggang, stan tersebut menjual makanan Gudeg khas Jogja dan juga es Dawet, sedang stan satu nya menjual kripik-kripik yang terbuat dari umbi-umbian. Terlihat sekali bahwa bazaar yang diselenggarakan Petra ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh warga, “saya mengetahui soal bazaar ini ya lewat brosur-brosur yang disebarkan sama pihak Petra, akhirnya saya kasih tau tetangga-tetangga saya dan kesini ramai-ramai. Saya senang sekali Petra mengadakan bazaar seperti ini, barangnya murah-murah, jadi lumayan untuk menghemat pengeluaran” ungkap Nurul sembari tertawa kecil selaku pengunjung.
Supervisor NU Greentea
Bazaar yang diselenggarakan dalam Petra Golden Jubilee ini juga ternyata di sponsori oleh NU GreenTea. Tenda NU Greentea memang terletak diluar dari stan-stan bazaar lainnya, dalam bazaar ini NU Greentea mempersembahkan promo produk kepada warga siwalankerto sekaligus warga kampus, cukup dengan merogoh kantong sekitar Rp.10.000 saja, kita sudah bisa mendapatkan 4 botol minuman NU GreenTea, sedangkan untuk pembelian perbuah dijual dengan harga Rp.3000. Promo lainnya yang diberikan untuk produk mie instan ABC Selera pedas, sepuluh bungkus mie instan juga dijual hanya dengan harga Rp.10.000. “Acaranya bagus untuk umum, namun sayang tempatnya kurang luas ya untuk acara besar seperti ini. Lebih bagus lagi kalau sering-sering mengadakan acara yang melibatkan masyarakat umum” ujar David selaku Supervisor NU GreenTea ini. Petra Golden Jubilee akan terus berlangsung dengan event-event menarik hingga tanggal 22 September nanti. Semoga di usia yang ke lima puluh tahun ini, UK Petra bisa menjadi terang didunia pendidikan dan masyarakat luas, juga mampu mewujudkan Visi dan Misi Universitas Kristen Petra. Selamat Ulang Tahun ke lima puluth tahun Kampus ku tercinta.